Setelah berhasil memiliki rumah kecil – lengkap dengan taman yang juga kecil – kami pengen rumah yang lebih besar. With spacious home office, a photo studio and gallery for me, and a huge basement equipped with home theatre, drum set and perhaps pool table for abang. Hyuk. Manusiawi lah yaw! Namanya juga mimpi.
Tapi setelah agak – ehm – “dewasa”, we just want a house that is enough. Kalau kami bisa selalu bersama, punya kamar untuk calon anak, dan satu lagi kamar ekstra untuk orang tua/keluarga yang berkunjung, itu sudah cukup...
… selama arsiteknya mas Yu Sing. HKAHKAKAKAKA!
But it’s not a joke, actually. Aku ingat dengan jelas bagaimana aku pertama kali membaca soal beliau ini di koran tempo tahun 2009: berjongkok khusuk di depan pintu rumah dengan koran di tangan, tak lama setelah tukang koran melempar segepok ke teras. Aku kagum sekali padanyah! Orang Indonesia yang hebat!
Sejak saat itu aku bertekad: kalau mau bangun rumah, aku PASTI akan menghubunginya. Padahal waktu itu rumah imutnya baru aja lunas dan bokek parah. Boro-boro mau bangun rumah.
Tapi, You REALLY have to be careful of what you wish for. Pak Coelho benar, kalau kita pengen sesuatu, semesta akan berkonspirasi mewujudkannya. Tuhan tidak tidur, sodara-sodara.
Setahun lalu, aku dan abang berencana untuk merenovasi rumah. Walaupun rada segan, akhirnya diputuskan untuk meng-email mas Yu Sing. Awalnya sih ga dibales, hahaha! Tapi, dengan Bismillah yang lebih kenceng, kirim email sekali lagi dan DIBALES! Beliaupun mau mengerjakan rumah kami yang tak seberapa itu. Tentunya dengan syarat: yang sabar yaaaaa! Aduh, rasanya saat itu jantung mau lompat aja saking senengnya. Ibaratnya, nunggu lama juga gapapa. Kutunggu jandamu deh. Eh?
Selain itu, Mas Yu Sing juga mengingatkanku untuk menulis proses pembangunan rumah ini. Mungkin bisa diambil hikmahnya oleh orang lain (lho?). Jadi begitulah. Dengan mengusung semangat untuk berbagi pengalaman, aku akan membuat tag sendiri dalam setiap posting soal renovasi rumah ini.
Mari kita mulai!

Ini penampakan rumah yang sekarang. Bagaimana jadinya nanti? Mari kita lihat bersama prosesnya!
2 komentar:
Jangan lupa melengkapi rumah baru nanti dengan mesin kopi 100.000 followers :-)
@Mbilung: kita lihat saja kalo followersnya sampe 100.000 yaaaa :D
Post a Comment