Friday, November 25, 2011

Medan: One-Day-Adventure

Bisa dibilang tanpa rencana, aku dan abang kemaren pulang kampung ke Medan pas lebaran Idul Adha. Kenapa Medan? Yah, soalnya mau liburan ke tempat-tempat outdoor cihuy, kok ya semua pada resiko tinggi di musim penghujan. Lagian waktunya pas dengan lebaran, bisa ketemu keluarga. Selain itu, memang ada urusan dikit yang harus dikerjakan. Jadi ya serba pas aja. Dalam lima hari, kami memampatkan semua agenda

Nyampe malem-malem di Bandara Polonia, kami dijemput sama si adek dan pacarnya. Medan baru aja hujan deras, dan yang terpikir di kepala adalah merungkel dalam selimut dan males-malesan.

Tapi, dengan semangatnya, si adek ngajakin ke Bukit Lawang besok pagi. Uh-oh. Darah adventurepun langsung menggelora. Tanpa pikir panjang, akupun mengiyakan. Apalagi, katanya, kita tak perlu menginap. Perjalanan hanya dua jam lebih sedikit, ke arah Kabupaten Langkat. Pergi pagi, bisa tiba disana menjelang makan siang. Istrahat sebentar sambil makan, sekitar jam 3, kita bisa naik ke atas, melihat Orangutan diberi makan. Kemudian, bisa tubing – semacam arung jeram dengan menggunakan ban – menyusuri sungai Bahorok, hingga ke bawah, dekat tempat memarkir mobil. Berganti baju dengan yang kering, lantas pulang sebelum malam. Sounds perfect. 

Bukit Lawang adalah destinasi wisata yang masih termasuk dalam kawasan Taman nasional Gunung Leuser. Bukan cuma mengandalkan panorama cantik dan sungai Bahorok yang jernih, lokasi ini juga terkenal sebagai tempat rehabilitasi Orangutan. Terakhir kali aku ke Bukit Lawang, adalah bulan November 2003, saat banjir bandang memporakporandakan daerah ini dan menelan lebih dari 200 orang korban jiwa. Itu adalah liputan bencana pertamaku, waktu bekerja untuk TEMPO. Masih sesek napas dan pengen nangis sesengrukan liat kantung mayat bertebaran.

Kami nyampe di Bukit Lawang setelah sholat jumat. Maklum, malam sebelumnya tidurnya telat akibat kebanyakan ngobrol dengan keluarga, jadi perginyapun udah siangan. Tapi, langsung segar ngeliat pemandangan. Bukit Lawang sudah terlihat cantik dan rapi. Ditemani hujan yang rintik-rintik mesra, kami beristirahat sambil makan di Garden Inn Restaurant. Haduh.. bener-bener pengen tidur ajaaaa... (Adventurous dari mananya yaaa!)

Karena ujan gak berenti juga, akhirnya kami memutuskan untuk jalan aja ujan-ujanan. Karena kelupaan waktu, kami terlambat tiba di stasiun rehabilitasi orangutannya. Jadwal feeding sore adalah jam 15.00-16.00, dan kami tiba lima menit setelah tutup. Jadi kami tidak sempat melihat saat mereka diberi makanan. Tapi ya sudahlah, tak apa. Kami bersenang-senang di sungai saja.

Hujan semakin menderas dan kami semakin cuek. Main air ini, basah mah biasa. Setelah semua tas dan gadget kami dibalut plastik supaya tetep kering, kami naik ke tube yang sudah diikat-ikat. Dikayuh sama abang-abang guide-nya, kami tinggal duduk dan ber waaaaaa… waaaaa… saat menyusuri sungai. Pas ditengah perjalanan, si adek malah pengen lompat dari salah satu tebing. Jadilah kami berhenti sebentar. Ndilalah, hujannya semakin deras. Tapi anehnya kami semakin senang. Orang gila.

It was so much fun sampai akhirnya kami sudah sampai dibawah dan harus mengakhiri sesi tubing. Ternyata, dua menit setelah kami naik, kilat dan guntur mulai menyambar-nyambar. Air sungai yang tadi jernih, perlahan mulai coklat. Ya ampun, pas banget deh buat udahan!


From my old files: suasana Bukit lawang waktu Banjir, November 2003


From my old files: Orangutan di pusat rehabilitasi yang rusah parah akibat banjir


Bukit Lawang yang sekarang, udah rapi!


The rule is this SIMPLE: Semua yang dibawa masuk, harus dibawa keluar. Tapi, masiiiiiih aja ada yang nggak ngerti ya?


Merchandise yang dibuat penduduk sekitar. Lucuuuu... Udah niat mau beli, eehh.. lupaaaa!


Ada galeri lukisan juga. Modelnya boljug :D


Setibanya di Garden Inn. Bersanteeeyyyyy... Itu hammock memanggil-manggil bener dehhh...


Ya sudahlah, kalo nunggu hujan berenti, gak jalan2 deh kita. Mari kita mulai!


Menyebrangi sungai buat ke Pusat Rehabilitasi Orangutan.


Aku juga harus difoto dong, masak aku mulu yang motret. huh.


Dua sejoli menyusuri jalan mendaki menuju.... feeding station orangutan, hahaha! Ini baru namanya RAIN FOREST, bung! Di hutan, dan kehujanan!


Setelah gagal melihat Orangutan yang pada males keluar karena ujan, kami main air aja! Saatnya tubing!


Ini guide kami. Dan inilah bentuk ban yang diiket-iket. Kami duduk berdua-dua dalam satu ban. Di depan dan belakang, abang guidenya mengayuh.


Foto dulu ahhh.. soalnya kameranya nggak waterproof. Jadi ga bisa motret selagi action deh! *Butuh casing kamera nih. Ulang tahunnya Oktober loh. #kode*


Yak, dua menit setelah naik, itu air jadi keruh dan petir menyambar-nyambar!


Hujannya sederas ini...

0 komentar: