Thursday, January 12, 2012

2011: The Little Things*

*Late posting to end 2011 :D

Do you keep a list? I do. I have all sorts of list scattered in my notebook, laptop and phone. Daily to do list for personal and work. Monthly shopping list. Bucket list. List of writing ideas. List of CDs and books I want to buy. List of movies I want to watch. List of pro-cons in decision-making. List of things I want to do before 30. List of questions of the things I don’t know. Even list of my house inventory.

My worst trait is to forget easily. I need those lists to remind me. Everytime I think of something, I’ll jot them down so I won’t forget. Having lists helps me to set my priorities.  For every priority is written, it’s easier to decide – rather than having it hanging inside my mind.

And guess what? Year 2011 had brought ‘shocking’ news: life is not adjusting to my list like I thought it would be. Life’s a bit trickier than that. What I have learned in 2011 is life is indeed organized, there’s a pattern for everything. But my lists are not good enough to understand the pattern. The system of life is much more complicated. The picture is too big. God’s picture is too big for my lists.

For instance, in my list I wrote ‘to start checking my health for having a baby next year’. But before I was able to tick it, the test pack showed positive. Then I started to make list of things I should do to prepare the baby. And right after I wrote all down, I had another miscarriage. I was devastated.

So I started seeing all kinds of doctors, until I met an acupressure practician who told me much more comprehensive knowledge about my health. And he told me that the miscarriage was a kind of blessing in disguise, because if I was pregnant with the condition, the baby might not be as healty. See the ‘pattern’?

Truth is, there are loads of dramas behind all the things that seemed fully organized. And 2011 had taught me to relax a bit. It doesn’t matter if I cannot tick every point in my list. It does not necessary means I’m not good enough. I should not feel guilty and put the blame on myself for the things I cannot control.

Perhaps my list helps me to make sense of the world. But it stops there. Because everyday is a struggle to understand the grandeur picture. Life’s a game, and I should be able to have fun and laugh more. And worry less. The tiny little space in my head is not the center of universe.

And the thought humbled me. I changed my way of seeing the list. It used to make me feel as a high-achiever if I can tick every entry on the list (especially ones in my bucket list and my things-to-do-before-30 list!). But I think my standard is ‘getting higher’. Achievements for me, is if I can do more good things today than yesterday.

Good things like smiling more to people. Like treat people nicer everyday. Like forgiving more. Like talking less and listening more. Like taking care of my plants and flowers so that all the ants and worms and every microorganism live peacefully. Like thanking God more for the beautiful sunshine and the air and everything given. Like giving more to people around me – attention, money, kind words, anything that I can give.

Year 2011 had taught me to be happy because of many little things, rather than one big thing.

"Happiness is good health and a bad memory." - Ingrid Bergman

So I guess my worst trait is also my best. Raise the glass to all forgetful people on earth, for they make the world happier place :D!




Don't worry too much :)

Wednesday, January 11, 2012

Rumah Impian: Proses Desain

Setelah Mas Yu Sing officially menyatakan bersedia mengerjakan gambar rumah kami, langkah pertama dari proses ini adalah mengisi formulir.

Oh iya, kepada semua pembaca yang budiman, harap diingat: SAMPAI SEKARANG (Yah, sekitar setahun lebih dari email pertama), aku dan Abang belum pernah KETEMU muka sama Mas Yu Sing ya! Semua dilakukan via email! Kata si mas: “Kalo bisa lewat email, kenapa harus ketemu? Lebih murah juga!” Hyuk. Efisien bok.

Yang disebut ‘formulir’ sesungguhnya adalah daftar pertanyaan yang sudah dibuat sedemikian rupa untuk memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada Mas Yu Sing. Ada pertanyaan standar seputar lokasi lahan, peraturan tertentu untuk membangun disitu, kebutuhan ruang, budget dan sumber dana.

Tapi, yang menarik adalah pertanyaan yang menurutku sangat personal, seolah-olah Mas Yu Sing memang mau membuat rumah yang ‘kami banget’. Dia meminta kami bercerita BANYAK tentang keluarga seperti hobi, karakter keluarga, falsafah hidup dan segalanya yang menurut kami relevan. Ada juga pertanyaan soal kualitas ruang seperti apa yang kami impikan, atau apakah kami sudah punya konsep rumah. Tak lupa, kami juga diminta mengirimkan foto-foto.

Wuaaaahhhhh…
“Ditantang” begitu, langsung deh anak mudanya meracau dengan ide-ide yang *terkadang* memalukan saking imajinatifnya. Selain menuliskan profil keluarga kami dengan detil, kami juga menjelaskan bahwa kami memimpikan rumah yang berkriteria sebagai berikut:

- Ramah: yang gak terlalu ‘mentereng’ sampe orang mau masuk aja segan.
- Fungsional: setiap hal yang di desain harus ada fungsinya, bukan cuma pajangan doang – only – thok.
- Nyaman: semacam tempat istrahat cantik biar berasa liburan terus kalau di rumah (terutama buat si abang nih)
- Sehat: sirkulasi udara bagus dan cahaya natural melimpah
- Ramah lingkungan
- Gampang perawatannya: soalnya urusan berberes dikerjakan sendiri

Formulir yang dikirimkan bulan Oktober 2010 itu akhirnya dibales berupa usulan rancangan pada bulan April 2011. Yak. ENAM bulan setelahnya. Hahahah! Dan pas dilihat, jreeeeeengggggg… kok gak asik ya? Hahahha!

Mas Yu Sing memang membuat denah dengan mempertahankan rumah eksisting, jadi lebih murah. Memang sih bisa lebih murah, tapi dari segi estetika kok terasa ‘maksa’ ya? Maklum, rumah kami memang kecil banget.

Setelah berdiskusi, akhirnya kami sepakat, rumah lamanya di bongkar habis dan mulai dari nol aja, jadi desainnya bisa lebih fleksibel. Sebulan kemudian, datanglah desain yang yang baru. Hasilnya: OKE BOOOKKK!!!

Denah yang ciamik ini kemudian diotak-atik lagi sedikit, sehingga benar-benar pas dengan keinginan kami. Oh, dalam proses otak-atik ini, jangan dikira Mas Yu Sing akan memasukkan semua pendapatmu dalam desainnya. Dengan pedesnya dia bisa bilang: “Saya nggak rekomen kalo dibuat begitu!” Sebaliknya, kalau ada usulan kami yang bagus, si Mas akan memuji. Aawww…

Menjelang lebaran, bulan Agustus 2011, datanglah sebagian gambar rumahnya. Tampak depan, samping dan sneak peak dalamnya sedikit. Ooohhh… terlihat bagus! Fasadenya unik, bentuk atapnya nggak biasa, dan bagiku, terlihat membumi sekali, tidak sombong walaupun itu rumah sebenernya 2,5 lantai. *Swoon*

Sejak Agustus itu, Mas Yu Sing dan tim-nya kemudian mengerjakan gambar teknis. Kami duduk-duduk manis lagi menunggu. Iya. Nunggu lagi. Kan udah dibilang, harus sabar :D

Sampai di penghujung November nan ceria, gambar-gambar teknis pun mulai berdatangan… Ah, awal musim hujan tak pernah seindah ini deh pokoknya.

***

Foto-foto yang dikirimin buat Mas Yusing *kesempatan narsis* Mudah-mudahan si Mas ga kebingungan dengan narsisme tingkat tinggi ini :D


Keluarga kami :)




Profil Dinda




Profil Abang